Minggu, 15 Februari 2015

Sebuah kesempurnaan

Tak perlu sempurna untuk menjadi segalanya. Hanya Tuhanlah sang Maha sempurna. Tapi kenapa justru ciptaanNyalah yang selalu menginginkan kesempurnaan? Apakah jika sudah sempurna hidup kita akan bahagia?
Miris sekali melihat orang yang menginginkan itu. Tapi mungkin, orangtua jaman sekarang memiliki tipe yang menginginkan kesempurnaan.

Hidup dalam sebuah tekanan yang amat besar. Seperti setumpuk kertas yang ditekan dimasukkan dalam kardus, jika dilepas dia akan terumbar.

Ya, seperti itulah kehidupanku sekarang. Memiliki otang tua yang selalu protektif pada anaknya.
Yang selalu memberikan tekanan bukan dukungan. Yang selalu memberikan ocehan, bukan dorongan.

Lelah; satu kata yang dapat ku ungkapkan untuk semuanya.
Hidup harus berlanjut untuk melanjutkan cita-cita entah itu apa.
Bahkan, cita-cita ku pun aku tak tau.

Satu alasan tetap bertahan adalah engkau yaAllah.
TanpaMu mungkin aku bukan apa-apa.
TanpaMu mungkin aku sudah berada dijalan yang sesat.
TanpaMu mungkin aku sudah  putus asa dan terpuruk.

Terimakasih Kau telah memberikanku penyemangat dalam hidup.
Terimakasih Kau selalu membuat hatiku tenang. Kau tetap menyayangiku walau aku lebih banyak berkeluh.

Selalu kuucapkan syukur atas semua nikmatMu, atas semua rezekiMu.

Untuk yang selalu menginginkan kesempurnaan. Semoga cepat sadar, bahwa hidup tak hanya dunia saja.


2 komentar:

  1. Baru mampir udah suka sama tulisannya :)

    www.fikrimaulanaa.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sudah mampir :D di tungggu mampirnya kembali.

      Hapus