Pernah nggak sih kalian merasa iba melihat anak kecil mengemis dijalanan, orang yang sudah tua tetapi dia bekerja di jalanan entah itu jual koran atau apapun. Seorang ibu yang duduk dipinggir jalan, dia tidak meminta tp membawa botol bekas seolah menjadi isyarat bahwa dia meminta uang.
Dulu, waktu saya SMA ada sebuah angan dikepala bahwa aku ingin membantu mereka entah apapun caranya.
Saya pernah berpikir untuk membangun panti asuhan/ rumah singgah untuk mereka yang tidak mempunyai rumah, yang tidak mempunyai pekerjaan, mereka yang tidak sekolah.
Sering saya melihat orang sehat walafiat mengemis di trafic light. Bahkan, mungkin dia menjadi langganan pengemis di tempat itu. Bukannya merasa iba, justru saya merasa kesal. Kenapa mereka tidak mencari pekerjaan yang layak, yang bisa menghasilkan uang dengan keringatnya sendiri, dengan usahanya sendiri.
Sebaliknya, saya merasa ingin menangis ketika melihat seorang lelaki tua yang berjualan koran di pinggir jalan, seorang ibu yang menjadi penyapu jalan.
Duh, rasanya hati ini teriris ketika melihat mereka berjuang mencari uang dengan cara tidak meminta-minta. ingin membantu, tapi apa yang bisa kulakukan.
Ada satu lagi cerita, waktu malam-malam sekitar jam 10 saya mengantarkan ibu saya ke sebuah supermarket, di depan pintu masuk ada seorang ibu dengan anaknya. Ibu itu memegang sebuah botol air gelas. She did'nt say anything. Dia hanya memperhatikan anaknya. Mata ibu itu sedikit berbeda dengan yang satunya, seperti ada sebuah cekungan dimatanya. Dalam hati ingin sekali membelikan makanan untuk anaknya, tetapi di dalam banyak sekali oramg. Ah sudahlah pikirku, nanti dikira cari perhatian. Sambil melihat dr kejauhan saya berdoa seandainya ada orang keluar dr supermaket itu dan memberinya makanan. Benar saja, seorang bapak2 paruh baya memberikan sekantung plastik yang entah isinya apa. Alhamdulilllah batinku, masih ada orang yang peduli dengan sesamanya :)
Itulah satu alasan kenapa saya jngin membantu orang-orang seperti itu.
Membantu bukanlah masalah uang, membantu adalah kemauan dan keinginan batin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar